Gugatan PTUN

Guru SMA Negeri 1 Balikpapan Tolak Mutasi

BALIKPAPAN-Setelah pelajar SMA Negeri 1 Balikpapan melakukan aksi demonstrasi menolak adanya mutasi guru. Kali ini, giliran Siti Sihaloho, yang secara tegas menolak Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) terakit mutasi dirinya sebagai guru SMA Negeri 1 Balikpapan. Penolakan ini, ia sampaikan melalui surat resmi yang diberikan ke Komisi IV DPRD Balikpapan, pada Selasa (2/2) kemarin. “Terus ,terang saya menolak mutasi diri saya karena mutasi itu sangat merugikan kehidupan saya”. “Misalnya dalam hal biaya hidup, itu menambah biaya hidup saya”, lanjutnya.

Saya bingung kenapa saya yang jadi korban mutasi guru, kenapa tidak yang lain,” ujar Siti, sesaat setelah menyerahkan surat. Dijelaskannya, ia sudah bertahun-tahun mengabdi sebagai guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1. Belakangan, muncul SK Kepala Disdik Kota Balikpapan Nomor 800/041/SKT-VII/2010 tanggal 22 Maret 2010 tentang pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah.

Dimana ia dipindahkan menuju Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balikpapan, untuk mengajar mata pelajaran Kewirausahaan. “ Saya bingung, kok tiba-tiba dapat SK mutasi. Makanya saya mengadukan soal ini ke dewan, surat penolakan saya sudah dipegang Pak Riza Permadi (anggota Komisi IV, red),” kata Siti. Menurutnya, mutasi yang menimpa dirinya sangat tidak objektif.

Pasalnya, guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Balikpapan ada lima orang, termasuk dirinya. Satu orang guru bulan Agustus mendatang. Namun, empat orang guru lainnya masih tergolong muda dan mengajar mata pelajaran yang sama dengan dirinya. Pertanyannya, kenapa hanya dirinya sendiri yang dimutasi, tapi tidak guru lainnya yang jauh lebih muda dan tidak begitu lama mengajar di SMA 1 Balikpapan.

“Ini jadi pertanyaan besar bagi saya, kenapa kepala sekolah tidak memilih guru yang lain. Kalau masalah guru mata pelajaran ekonomi berlebihan, kenapa saya yang lebih senior dipindah” terang guru yang memiliki nomor induk pegawai (NIP) 19561023 198203 2 009 tersebut. Tak hanya itu, jika pihak sekolah beralasan jam mengajar dirinya di kelas tiga rendah.

Maka dirinya siap mengajar ekonomi siswa kelas satu dan dua, sehingga kuota jam mengajar terpenuhi dengan maksimal. “Saya siap mengajar siswa kelas satu dan dua kalau memang diperlukan untuk memenuhi jam mengajar. Jadi, saya rasa mutasi terhadap saya tidak pas, makanya saya mengadu ke dewan masalah ini,” akunya. Siti juga menyadari bahawa SK mutasi tersebut merupakan aturan yang mesti dilaksanakan.

Hanya saja, kebijakan mutasi tersebut dianggap tidak objektif dan terkesan ditunggangi pihak-pihak tertentu yang merasa tidak suka dengan dirinya. Selain itu, ia juga sangat menghargai semangat siswa yang melakukan demonstrasi menolak mutasi empat orang guru, seperti Jamhuri (Sosiologi), Mujian Sutotok (IPA) dan Marzani (Geografi).“ Bisa saja ada yang tidak senang dengan saya kemudian mengharap saya keluar dari sekolah.

Saya sangat menghargai semangat siswa sampai berani melakukan demo, saya tidak mau mutasi hanya ditunda sampai UN selesai. Tapi saya mau dibatalkan sekaligus,” tegas guru asal Medan, Sumatera Utara ini.

Lanjut Sitia, juga menyangkal adanya dugaaan penimpanga dana sekolah. Bahkan sebaliknya, dirinya sempat menolak tawaran menjabat sebagai bendahara di sekolah oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 H Muslich Sjahid SPd MM, karena merasa beban bendahara yang begitu berat. “Saya hanya beberapa minggu jadi bendahara, kemudian saya mengundurkan diri beberapa tahun lalu.

Saya juga terus terang sangat vokal demi kepentingan sekolah, mungkin itu yang membuat sekolah tidak nyaman. Bahkan siswa bilang sekolah tidak transparan mengelola dana bimbel,” pungkas Siti Sihaloho.(die/metrobalikpapan.co.id/22/03/2010).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal      :           Gugatan PTUN                                                      Balikpapan, 22 Maret 2010

Ttg. SK. 800/041/SKT-VII/2010 Pindah Tugas Tenaga Pendidik di Lingkungan Pendidikan Pekolah (Mutasi)

Kepada

Yth.   Ketua PTUN Samarinda

Di Jalan Bung Tomo No. 136 Samarinda Seberang

 

Menyampaikan dengan hormat.

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya :

Nama                           : Siti Sihaloho

Kewarganegaraan       : Indonesia

Alamat                       : Perum. Bumi Mandiri Blok E Nomor 3. RT. 02 RW 04. Balikpapan

Pekerjaan                     : PNS (Guru Mata Pelajaran Ekonomi SMA Negeri 1 Balikpapan)

Yang dalam hal ini dan untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT.

 

Dengan ini mengajukan gugatan PTUN terhadap :

Nama Jabatan              : Kepala Dinas Pendidikan (Disdik Balikpapan)

Tempat Kedudukan    : Jln. Panglima Sudirman Nomor 31. Balikpapan

Untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT.

 

Mengenai SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang Pindah Tugas Tenaga Pendidik di Lingkungan Pendidikan Pekolah (Mutasi)

Gugatan ini segera saya sampaikan kepada PTUN Samarinda karena adanya alasan dan dasar pertimbangan sebagai berikut:

  1. Bahwa pada tanggal 22 Maret 2010 Penggugat menerima SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah (mutasi) dari Tergugat yang memiliki jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan. Berdasarkan SK tersebut menyebabkan Penggugat dipindah tugaskan sebagai tenaga pendidikan guru pengajar mata pelajaran ekonomi dari SMA 1 Balikpapan menuju Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balikpapan, untuk mengajar mata pelajaran Kewirausahaan (P.1).

 

  1. Bahwa dengan adanya SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah (mutasi) tersebut menyebabkan kinerja kerja Penggugat sebagai guru pengajar atau pendidik menjadi menurun. Hal ini terjadi karena dengan adanya SK mutasi tersebut, kedudukan Penggugat yang pada awalnya sebagai guru mata pelajaran ekonomi di SMA 1 Balikpapan, yang kemudian dimutasi menuju Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balikpapan, untuk mengajar mata pelajaran Kewirausahaan, menjadi tidak sesuai dengan bidang yang Penggugat ajarkan selama di SMA 1 Balikpapan yaitu sebagai guru ekonomi. Sehingga mutasi ini tidak sesuai dengan asas proporsional yaitu asas yang menyatakan bahwa sesuatu itu harus sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini sesuai kebutuhan bidang dari Penggugat yang sebagai pendidik atau pengajar mata pelajaran ekonomi di SMA 1 Balikpapan bukan pendidik atau pengajar mata pelajaran kewirausahaan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balikpapan . Sehingga hal ini dapat menurunkan kinerja Penggugat sebagai guru pengajar atau pendidik (P.2).
  2. Bahwa dengan adanya SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah (mutasi) tersebut menurut Penggugat tidak sesuai atau tidak objektif. SK mutasi tersebut tidak objektif karena dalam mutasi ini, menurut pengamatan Penggugat, Penggugat telah bertahun – tahun mengabdi sebagai guru Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Balikpapan. Bahkan Penggugat termasuk salah satu guru senior dalam mata pelajaran yang diajarkannya yaitu ekonomi. Sedangkan di wilayah SMA 1 Balikpapan terdiri dari lima (5) guru mata pelajaran ekonomi termasuk dirinya. Satu orang guru bulan Agustus di mutasi. Namun, empat orang guru lainnya masih tergolong muda. Sehingga menurut Penggugat, Penggugat ialah guru senior dalam mata pelajaran ekonomi dan seharusnya yang dimutasi ialah guru muda dalam mata pelajaran ekonomi dan tidak begitu lama mengajar sebagai guru mata pelajaran ekonomi di SMA 1 Balikpapan. Selain hal tersebut, alasan yang menyebutkan bahwa Penggugat memiliki jam mengajar terlalu rendah untuk kelas tiga (3), merupakan alasan yang tidak objektif, karena Penggugat sendiri telah siap mengajar ekonomi siswa kelas satu (1) dan dua (2), sehingga kuota jam mengajar terpenuhi dengan maksimal. Jadi, SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang Pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah (mutasi) tersebut tidak objektif atau tidak sesuai dengan kenyataan yang ada selama ini (P.3).

 

  1. Bahwa dengan adanya SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah (mutasi) tersebut menyebabkan kerugian materiil karena tempat mutasi yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balikpapan menurut pengamatan Penggugat merupakan tempat yang jauh dari tempat tinggal Penggugat, sehingga setiap harinya, setelah dimutasi menuju Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Balikpapan, Penggugat mengeluarkan uang sebesar Rp. 200.000 untuk dibelikan bensin bagi kendaraan Penggugat. Sehingga kerugian materiil berupa pengeluaran uang setiap harinya ini sangat merugikan Penggugat mengingat kebutuhan hidup Penggugat sangat tinggi yang rinciannya sebagai berikut :
  2. Pengeluaran untuk biaya rumah sebesar Rp. 997.000/bulan;
  3. Pengeluaran cicilan sepeda motor sebesar Rp. 575.000/bulan;
  4. Pengeluaran biaya listrik sebesar Rp. 284.000 bulan Maret 2010;
  5. Pengeluaran biaya air PDAM sebesar Rp. 15.000/bulan;
  6. Pengeluaran untuk biaya sekolah anak – anak Penggugat yang dijumlah seluruhnya sebesar Rp. 1.450.000

Jadi, dengan gaji yang diterima Penggugat selama ini yaitu sebesar Rp.3.850.000, dengan adanya pengeluaran biaya bensin setiap harinya Rp. 200.000 itu semakin merugikan Penggugat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (P.4).

 

Berdasarkan alasan – alasan yang telah Penggugat sampaikan, yang terdapat pada point a, b, c, dan d tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam pasal 53 ayat 2 Undang – undang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menyebutkan, bahwa alasan menggugat itu terdiri dari 2 yaitu :

  1. KTUN, dalam hal ini SK SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah (mutasi), bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku;
  2. KTUN, dalam hal ini SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah (mutasi), bertentangan dengan asas – asas umum pemerintahan yang baik. Dalam SK tersebut bertentangan dengan asas proporsional (sesuai dengan kebutuhan) dan asas keadilan yang terdapat dalam asas umum pemerintahan yang baik. SK tersebut bertentangan dengan asas proporsional karena mutasi tersebut tidak sesuia kebutuhan sebagai pengajar atau pendidik, sendangkan bertentangan dengan asas keadilan karena adanya SK mutasi tersebut tidak sesuai dengan pengabdian Penggugat sebagai guru senior mata pelajaran ekonomi di SMA 1 Balikpapan.

 

  1. Berdasarkan alasan – alasan dan dasar pertimbangan yang telah sesuai dengan ketentuan dalam pasal 53 ayat 2 yang telah Penggugat sampaikan di atas, dengan ini memohon kepada Yang Mulia Hakim untuk memutus bahwa SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah (mutasi) tersebut :
  2. Tidak sah;
  3. Agar Tergugat membayar ganti rugi kepada Penggugat;
  4. Agar Tergugat menugaskan kembali Penggugat sebagai pendidik atau pengajar mata pelajaran ekonomi di SMA 1 Balikpapan.

 

  1. Dengan demikian gugatan saya berikan terhadap SK. No 800/041/SKT-VII/2010 tentang pindah tugas tenaga pendidik di lingkungan pendidikan sekolah (mutasi) dari Tergugat yang memiliki jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan.

Terimakasih.

Balikpapan, 22 Maret 2010

Hormat saya,

Penggugat

 

 

ttd

Siti Sihaloho

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s